Sumbersari – Setelah 2 hari pembekalan, praktik dan simulasi, Kampung Siaga Bencana (KSB) Sari Migunani Sumbersari, Moyudan akhirnya resmi dikukuhkan, Kamis (30/7/2026) di Pendopo Kalurahan Sumbersari.
Pengukuhan dilakukan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman Makwan, S.T.P., MP atas nama Bupati Sleman. Acara dihadiri Plt Kepala Dinsos DIY, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Ketua Forum KSB DIY, Ketua Forum KSB Sleman, FK Tagana DIY dan Sleman, FKKRS, Panewu Moyudan, Danramil, Kapolsek, dan Lurah Sumbersari.
Membacakan sambutan Bupati, Makwan menyebut terbentuknya KSB adalah wujud nyata keseriusan Pemkab Sleman dalam penanggulangan bencana. "Melalui pengukuhan ini kami berharap semakin meningkatkan sinergitas KSB dan pemerintah, utamanya dalam berbagi program pemberdayaan masyarakat dalam mitigasi bencana," katanya.
Bupati menegaskan tugas pengurus KSB tidak mudah. "Harus mampu menggerakkan masyarakat di Kalurahan untuk memiliki kapasitas dalam penanggulangan bencana," tegasnya. Ia mengapresiasi dan berharap KSB dapat memperkuat unsur penanggulangan bencana di Sleman.
Bupati juga menyebut KSB Sari Migunani merupakan KSB ke-33 di Sleman. Ia menargetkan seluruh 86 kalurahan di Sleman memiliki KSB. "Kondisi geografis Sleman memiliki 7 potensi ancaman: erupsi Merapi, banjir lahar, banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi dan kebakaran," ungkapnya.
Potensi ancaman bencana tersebut harus dapat dikelola dengan baik guna menekan angka risiko yang timbul. Salah satu upayanya adalah peningkatan kapasitas masyarakat karena masyarakat adalah sebagai 'subyek'.
" Saya ingatkan bahwa upaya penanggulangan bencana di Sleman melibatkan banyak sektor, untuk itu saya harap KSB bisa bersinergi dan berkolaborasi," pungkasnya.
Kepala Dinsos Sleman Wawan Widiantoro melaporkan, tujuan KSB untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui kegiatan pencegahan berbasis masyarakat. Sumber dana dari APBD melalui DPA Dinsos Sleman. Peserta 50 orang berasal dari unsur relawan, tokoh masyarakat, kader dan Karang Taruna. Materi meliputi pertolongan pertama kedaruratan, TRC, shelter, dapur umum dan keposkoan. Kegiatan berlangsung selama 3 hari tanggal 28 - 30 Juli 2026, bertempat di Kalurahan Sumbersari.
Susunan pengurus: Penanggung jawab Lurah Sumbersari, Penasihat Carik, Babinsa, Bhabinkamtibmas. Ketua dijabat Jogoboyo dan Kamituwa Sumbersari, Sekretaris Agustinus Fredy Wijayantio, Bendahara Windarti. Kepengurusan dilengkapi dengan Devisi Keposkoan, Devisi Logistik, Devisi Pertolongan Pertama Kedaruratan, Tim reaksi Cepat dan Devisi Dapur umum. Masa bakti 2026-2029.
Giek