Polsus Ditbinmas Polda DIY Sosialisasikan Sikap Bijak Menggunakan Gadget pada Anak

30 Januari 2025
Administrator
Dibaca 6 Kali
Polsus Ditbinmas Polda DIY Sosialisasikan Sikap Bijak Menggunakan Gadget pada Anak

Sleman – Di jaman digital ini penggunaan gadget merambah ke semua lapisan masyarakat, tidak lagi memandang usia, dari anak-anak sampai lansia. Untuk memberikan pemahaman penggunan gadget, Kasiwasjas Subdit Satpam / Polsus Ditbinmas Polda DIY, Kompol Estikomah A membeberkan bahaya penggunaan gadget.

Acara tersebut digelar oleh TPA Al – Fatah Nglahar dalam Temu Santri Gemar Mengaji yang berlangsung Sabtu (25/1/2025), di Masjid Al-Fatah Nglahar, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Acara tersebut dihadiri sejumlah santri TPA Al-Fatah Nglahar beserta walinya, Ketua Badan Koordinasi (BADKO) TPA Moyudan, Ketua PCM, dan PCA Sombangan Raya.

Direktur TPA Al-Fatah Nglahar, Etik Nurhayati dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diadakan pertemuan itu ialah untuk menjalin silaturahmi antara wali santri dan ustad serta pengurus takmir masjid. Etik juga mengharapkan kepada wali santri untuk selalu mendorong putra-putrinya untuk rajin mengaji.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk menciptakan generasi qurani, dimulai sejak kanak-kanak, setelah dewasa akan memahaminya. “Anak-anak merupakan usia emas yang masih mudah untuk menerima ilmu, maka dari itu mari kita bina bersama-sama,” imbuhnya.

Selanjutnya, sebagai direktur TPA Al Fatah, Etik melaporkan bahwa sampai saat ini santrinya berjumlah 32 anak dan di bawah bimbingan 7 ustad. Di mana, kegiatan TPA dilakukan sepekan tiga kali, yang dilaksanakan setelah solat maghrib sampai isya bertempat di masjid Al -Fatah.

Sedangkan Kasiwasjas Subdit Satpam / Polsus Ditbinmas Polda DIY, Kompol Estikomah A dalam tausiahnya menyampaikan materi tentang bahaya penggunaan gadget bagi anak. Materi itu disampaikan dengan peraga bocil (boneka kecil), sehingga cukup menarik perhatian bagi peserta.

“Gadget atau HP bisa menjadi kawan atau lawan. Menjadi kawan ketika digunakan untuk belajar atau mencari bahan belajar tetapi harus dubatasi waktu penggunaannya. Sedangkan sebagai lawan karena menggunakan HP menimbulkan hal yang negatif baik bagi jiwa, maupun kesehatan,” tuturnya.

 Lebih lanjut, Estikomah menjelaskan akibat dari kecanduan gadget pada anak-anak dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Adapun dampak negatif tersebut berupa gangguan kesehatan fisik pada mata, seperti mata lelah, iritasi, hingga resiko myopia atau rabun jauh.

Dampak kesehatan lainnya postur tubuh menjadi buruk, “Karena duduk terlalu lama dengan posisi tidak ergonomis dapat memicu nyeri leher, punggung dan gangguan postur tubuh lainnya,” jelas Esti.

“Dampak negatif lainnya yaitu anak kurang aktivitas fisik, anak yang terlalu lama bermain gudget cenderung kurang gerak, sehingga berpotensi resiko obesitas dan penyakit terkait,” imbuhnya.

Adapun cara mengatasi agar anak tidak kecanduan gadget adalah menetapkan batas waktu penggunadn gadget dan melibatkan anak dalam aktivitas fisik atau hobi lainnya. Orang tua harus memberi contoh yang baik dan selalu memeriksa konten yang diakses anak. Orang tua harus bisa menciptakan waktu yang berkualitas bersama keluarga.

“Mencegah dan mengatasi kecanduan gadget membutuhkan kerja sama antara orang tua, guru, dan lingkungan anak. Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat tumbuh dengan seimbang secara fisik, mental, dan sosial,” pungkas Esti. (Giek/ KIM Moyudan)