Logistik Jadi Kunci, Ketua Forum KSB Sleman Bekali KSB Sari Migunani
03 Agustus 2026
RAHMAD RIYADI
Dibaca 136 Kali
Sumbersari – Salah satu materi penting dalam pembekalan Kampung Siaga Bencana (KSB) Sari Migunani Sumbersari, Moyudan, Sleman adalah soal logistik. Selasa (28/7/2026), Ketua Forum KSB Sleman, Eka Yulianto mengupas tuntas fungsi lumbung sosial sebagai pusat logistik bencana.
Di hadapan pengurus KSB, Eka mengawali dengan definisi bencana. "Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Bisa disebabkan faktor alam, non alam, dan manusia. Dampaknya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis," jelasnya.
Ia menegaskan KSB adalah wadah formal penanggulangan bencana berbasis masyarakat. "Tujuannya meningkatkan kapasitas masyarakat dengan menggunakan potensi dan sumber daya masyarakat dalam menghadapi bencana," ujar Eka mengutip Permensos 128 Tahun 2011.
Menurutnya ada 3 syarat utama pembentukan KSB: pertama wilayah memiliki kerawanan dan risiko bencana. Kedua ada kesiapan dan peran aktif masyarakat. "Ketiga adanya sarana dan prasarana penanggulangan bencana, seperti gardu sosial dan lumbung sosial," imbuhnya.
Eka juga merinci 4 hal yang harus diperhatikan saat menentukan lokasi gardu dan lumbung sosial, pertama mudah terjangkau. Kedua terhindar dari segala ancaman. " Dan yang ketiganya status tanah dan bangunan tidak dalam sengketa," Imbuhnya. "" Keempatnya yang tidah kalah penting adanya kesepakatan dari pemerintah Desa dan masyarakat." sambungnya.
"Lumbung sosial adalah bangunan permanen sebagai tempat penyimpanan persediaan barang penanggulangan bencana. Sedangkan logistik adalah proses pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian barang sesuai jenis, jumlah, waktu dan tempat yang dibutuhkan korban," tegasnya.
Ia menutup dengan penegasan: "Fungsi logistik di lumbung sosial adalah sarana untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi korban bencana, baik warga setempat maupun warga sekitar."
Eka memerinci isi lambung sosial
terbagi dalam 2 kategori, Isi lumbung sosial berasal dari APBN berupa aset KSB berupa tenda serbaguna, dan tenda keluarga potable dan velbed. Selain itib berupa barang habis pakai seperti, kids sare, kasur, makanan siap saji, selimut, sandang dewasa, sandang anak, tenda gulung, family kit, makanan anak dan lauk pauk.
Kategori kedua berasal dari APBD berupa barang habis pakai, seperti sikat gigi, handuk, dan ember.
Giek
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin