Bekal Sebelum Dikukuhkan, KSB Sari Migunani Belajar Buat Peta Risiko Bencana
03 Agustus 2026
RAHMAD RIYADI
Dibaca 62 Kali
Sumbersari – Pengurus Kampung Siaga Bencan (KSB) Sari Migunani Sumbersari, Moyudan, Sleman tidak hanya menunggu pengukuhan. Selasa (28/7/2026) mereka mendapat pembekalan intensif dari Dinas Sosial Sleman sebagai persiapan menjadi KSB ke-33 di Kabupaten Sleman.
Pengukuhan rencananya akan dilakukan Bupati atau Wakil Bupati Sleman pada Kamis (30/7/2026). Sebelumnya peserta juga akan praktik lapangan pada Rabu (29/7/2026).
Materi pertama disampaikan Ketua Forum KSB DIY, Sumarno. Tema yang diangkat "Direktori Penanggulangan Bencana".
Dalam paparannya, Sumarno menjelaskan direktori meliputi Standar Operasional Prosedur, Roadmap, pemutakhiran data demografi, pemutakhiran data potensi dan sumber daya alam terkait penanggulangan bencana, gardu sosial, serta jejaring sosial penanggulangan bencana.
Ia juga menguraikan konsep Pengurangan Risiko Bencana (PRB). "PRB adalah pendekatan sistematis untuk mengenal, mengamati dan mengurangi risiko. Tujuannya untuk mengurangi kerentanan ekonomi dan sosial terhadap bencana dan menangani ancaman lingkungan," terang Sumarno.
Lebih teknis, ia meminta KSB membuat peta kawasan. Data demografi diperoleh dari Kalurahan lalu diklasifikasikan berdasarkan umur, jenis kelamin, dan jumlah penyandang masalah kesejahteraan. Data disajikan dengan simbol-simbol dan tingkat kerawanan tinggi, sedang, rendah.
"Selanjutnya identifikasi daerah bencana bisa menggunakan histori dan hasil identifikasi sendiri. Dari ketiga hal tersebut ditambah sumbang saran kita jadikan Peta Risiko dan Kerentanan Bencana," pungkasnya.
Dengan bekal ini, KSB Sari Migunani diharapkan siap bergerak cepat saat terjadi bencana. Giek
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin