Sosialisasi Dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja (BKKBN)
Sumbersari – Selasa 14/05/2024 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggencarkan Program Percepatan Penurunan Stunting melalui kegiatan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Bangga Kencana bersama mitra kerja.
Kepala BKKBN DIY yang didampingi oleh Kepala BKKBN Kabupaten Sleman serta Anggota DPR RI BP. H. Sukamto,S.H, menyampaikan, “Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen dan sinergitas dengan mitra strategis. Mitra atau stakeholder ini akan mendukung percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen dan terintegrasi sebagai langkah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan penyebab dari stunting.“
Semua pihak memiliki peran penting dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Sumbersari Kapanewon Moyudan ini menghadirkan berbagai instansi dan mitra organisasi dari BKKBN, Dinas Perikanan, Dinas Kesehatan, Danramil, Kapolsek Moyudan, Babinsa, Panewu Moyudan, Pamong Desa Sumbersari, Tim Pendamping Keluarga Harmonis Sumbersari, TP PKK Kapanewon dan Kalurahan, dan beberapa keluarga yang bersiko stunting serta tokoh masyarakat lainnya.
Salah satu yang ditempuh oleh BKKBN dalam Program Percepatan Penurunan Stunting adalah dengan melakukan sosialisasi dan advokasi serta KIE dalam pencegahan stunting kepada masyarakat. Pendampingan keluarga stunting serta pemberian bantuan makanan bergizi dan penuh protein, seperti telur, ikan dan sayuran.
Stunting merupakan salah satu penyebab terhambatnya upaya untuk mewujudkan SDM unggul. Stunting yang terjadi pada masa anak selain menghambat pertumbuhan, juga mempengaruhi kemampuan kognitif dan perkembangan motorik, bahkan mempengaruhi kesehatannya ketika masa dewasa.
Dalam arahannya, dr. Hasto mengatakan. “Aspek fisik kalau pendek mungkin tidak masalah karena banyak orang pendek tapi cerdas, itu berarti orang yang pendek belum tentu stunting tetapi orang stunting sudah pasti pendek, jika sudah terganggu kognitifnya generasi emas 2045 akan sulit untuk dicapai.” ujarnya.
Beliau menambahkan, “Karena Sleman termasuk wilayah yang masuk PRO-PN (prioritas pembangunan Nasional harus disiapkan juga tidak hanya pembangunan insfratuktur saja tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas sejak diri. Bahkan pasangan yang bersiap melakukan program hamil dilarang mengkonsumsi rokok selama 75 hari.’’
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin