Pemkal Sumbersari Gelar Sosialisasi dan Koordinasi Bencana Gempa Bumi

30 Desember 2025
Administrator
Dibaca 3 Kali
Pemkal Sumbersari Gelar Sosialisasi dan Koordinasi Bencana Gempa Bumi

Sleman – Guna memberikan pembekalan kepada Pamong dan Satlinmas Sumbersari, Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, menggelar Sosialisasi dan Koordinasi bencana gempa bumi. Kegiatan tersebut dilangsungkan pada Jum’at ( 19/12/2025 ) di Pendopo Kalurahan setempat.
Kegiatan diikuti oleh Babinkamtibmas, Babinsa Sumbersari, seluruh Pamong, dan anggota Satlinmas Sumbersari.

Carik Sumbersari Junaidi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan mitigasi apabila terjadi bencana gempa bumi. ” Kami berharap dengan sosialisasi ini peserta bisa mensosialisasikan kepada warganya, bagaimana cara mensikapi dan cara menghindari terjadinya korban jiwa.” Katanya.
Selanjutnya juga berharap agar Sumbersari terhindar dari bencana apapun. ” Kalaupun harus terjadi gempa bumi, mudah-mudahan nihil korban jiwa dan material.” Ungkap Junaidi.
“Selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada BPPD Kabupaten Sleman untuk memberikan sosialisasi mitigasi gempa bumi.” Ujarnya.
Sosialisasi disampaikan oleh Agaton Sulistyanto, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Sleman. Dalam Pemaparannya Agaton membeberkan bahwa menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 mitigasi merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana. Selanjutnya Ia menambahkan bahwa
untuk mengurangi resiko gempa bumi tektonik mitigasi yang dilakukan yaitu sebelum, saat, dan sesudah. Cara, yang dilakukan yaitu membuat insfrastruktur tahan gempa, meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat dengan simulasi, jalur evakuasi, dan peralatan. ” Hal lainnya yaitu menerapkan perencanaan tata ruang yang baik, mengenali lingkungan, menyiapkan peralatan darurat, dan tahu cara berlindung atau evakuasi dengan aman.” Tambahnya.

Lebih lanjut Agaton menjelaskan sebelum terjadi gempa hal-hal yang harus dipersiapkan berupa bangunan kuat yang sesuai standar kontruksi, memposisikan perabotan berat menempel di dinding dan selalu diperiksa instalasinya baik listrik maupun gas. Selain itu perlu edukasi, siapkan peralatan, dan menyusun rencana darurat keluarga dengan mencatat nomor penting seperti BPBD dan rumah sakit.

Selanjutnya disaat gempa kita harus tetap tenang, jangan panik, jangan keluar disaat gucangan masih terjadi. Kemudian berlindung dengan merunduk dan lindungi kepala dengan tangan atau benda. Ia juga menambahkan agar bisa menjauhi bahaya yakni dengan cara menghindari jendela, cermin, rak buku, dan benda yang bisa jatuh. ” Apabila berada di luar kita harus menjauhi tiang listrik, pohon dan retakan tanah, kalau kita sedang berkendara sebaiknya menepi di tempat yang aman.” Sambungnya.

Ia juga menambahkan setelah gempa ( pemulihan awal) yang harus dilakukan yaitu tetap waspada dan tetap tenang, dan lindungi kepala dari reruntuhan, serta bersiap apabila terjadi gempa susulan. Selanjutnya keluar dari bangunan rusak melalui jalur evakuasi yang aman, menuju titik kumpul. ” Jangan lupa periksa kebocoran gas, dan hubungan arus pendek listik. Yang tidak kalah penting selalu memantau informasi resmi dari BMKG, atau sumber terpercaya.” Pungkasnya.
( Giek )